Menuju Era 5G, Industri 4.0, Ekonomi Digital dan Metaverse

Menuju Era 5G, Industri 4.0, Ekonomi Digital dan Metaverse

Dalam kesempatan ini mari kita bicara mengenai Era Masa Depan yang sudah mulai kita masuki, atau bahkan sudah banyak yang hidup di dalamnya, yaitu Era 5G, era Industri 4.0, Ekonomi Digital dan Metaverse. 


Hal-hal ini lah yang menyebabkan banyak orang mengatakan, “The future is here Guys, be prepared”. Bagi kita yang masih belum terlalu akrab dengan hal-hal tersebut, mari kita coba memahami hal-hal tersebut.


Teknologi 5G bersifat disruptif yaitu teknologi yang menyebabkan perubahan radikal pada industri atau pasar yang ada, akibat dari berbagai inovasi teknologi. Implikasinya bersifat radikal, seperti kecepatan, bandwidth, pengurangan latensi (lag), skalabilitas yang adaptif, interoperabilitas yang fleksibel, serta High Definition Connections. Indonesia sudah mulai menggelar 5G pada 2021 lalu, dimulai oleh Telkomsel pada Mei 2021 dan Indosat pada Juni 2021.


Perkembangan Industri 4.0 di dunia ini dimungkinkan berkembang pesat akibat dari kemajuan perkembangan 5G. Dari Telekomunikasi hingga Artificial Intelligence hingga Machine Learning & Internet of Things (IoT), diramalkan akan terjadi Tsunami perubahan yang luar biasa. Teknologi 5G, memicu pesatnya teknologi Blockchain (kriptografi), yang mewujudkan Tatanan Dunia Baru, dan itu akan melahirkan kata-kata populer baru seperti “Crypto-currency” dan “Metaverse”.


Metaverse (atau Meta) sebagaimana Facebook menyebutnya, adalah revolusi dalam evolusi Internet dan kata kunci yang sangat dicari saat ini. Ironisnya, tidak ada yang benar-benar tahu apa kepanjangan dari "Metaverse". “Meta” sendiri diambil dari bahasa Yunani yang artinya 'beyond' atau ‘melampaui’, nama ini lah yang merujuk pada Metaverse, sebuah dunia maya baru.


"Metaverse", yaitu dunia ciptaan manusia dalam bentuk suatu Realitas Maya/ Virtual Reality (VR). Alam Semesta Manusia adalah "Macroverse" yang didefinisikan oleh tangibilitas (keberwujudan). Metaverse VR adalah Metakosmos yang didefinisikan oleh intangibilitas (ketidak berwujudan). Pada era ini, kedua Alam Semesta ini, eksis berdampingan dalam kehidupan manusia.


Alam semesta (Universe) adalah sistem planet yang telah Tuhan ciptakan. Itu bisa dilihat, diukur, dan dipetakan.  Sedangkan Kosmos suatu sistem planet yang melampaui apa yang dapat dipahami. Ini jauh lebih dahsyat dan besar. Kosmos lebih kuat menggambarkan kemahakuasaan Tuhan YME yang tidak terbatas dan tidak dapat diukur serta dipetakan! Kosmos lebih mewakili batas dan ketidakberartian umat manusia daripada Alam Semesta!


Hal yang ditakutkan dan mungkin sekali terjadi adalah Dua Alam Semesta bertabrakan. Yang Pertama, Alam Semesta yang terdiri dari kaum Inovator serta para pelaku industri yang mahir teknologi. Pihak ke dua adalah para Regulator (Pemerintah, Parlemen dsb) yang sepertinya hanya tahu sedikit, tentang teknologi dan apa yang mereka atur. Inilah yang oleh beberapa penulis masa kini disebut sebagai tantangan "Big Bang Management"! 


Di era zaman ini segala interaksi kita sudah mulai bergeser dari interaksi berwujud menjadi tidak berwujud, dari tidak berwujud ke digital, dari digital ke virtual, dari virtual ke simulasi. Evolusi Digital tersebut ini adalah yang paling mirip dengan peradaban manusia yang berevolusi pada penciptaan alam semesta.


Persaingan dan Pertempuran di dunia Metaverse tujuannya sama yaitu dominasi dunia Virtual. Dalam Metaverse, kita bisa melakukan jual beli Property, akuisisi lahan, perdagangan benda-benda virtual yang tidak mungkin ada dalam dunia nyata.


Sebetulnya kita sudah mulai dapat melihat terjadinya “perang” di antara perusahaan Big Data seperti Facebook, Google, Amazon, dsb, di mana masing-masing mengklaim telah berhasil menguasai "Metaverse" (Meta). Coba lihat apa yang telah dilakukan Facebook dengan mengklaim "Meta" adalah bentuk apropriasi budaya (memakai simbol budaya untuk tujuan lain dari arti sesungguhnya)!


Jadi sepertinya ke depannya, siapa yang akan bisa menguasai pasar Metaverse, dialah yang akan berkuasa juga di dunia nyata. Mereka bisa memiliki, mengontrol, dan memproses “Big Data” yang ada dalam Metaverse. 


Dari kenyataan yang terjadi ini, sesungguhnya kita seharusnya dapat mulai bersiap-siap mengambil posisi kita di dalam bidang bisnis kita masing-masing, agar tidak ketinggalan dalam Era Baru Industri 4.0 yang bergerak sangat cepat, bahkan sebentar lagi menuju Industrial 5.0.


Bayangkan jika kita hanya bersikap menjadi penonton saja, maka pada waktu kita tersadar, akan sangat sulit mengejar ketertinggalan kita di masa depan. Inilah saatnya kita mulai bergerak, menyongsong Evolusi Industri Digital yang ada.

Load comments