Mengenal Xiaomi dan Istilah-istilah dalam Ruang Lingkupnya
Flashing Smartphone Xiaomi RedmiXiaomi didirikan pada tahun 2010 oleh pengusaha bernama Lei Jun. Di Xiaomi, ia mengajak orang-orang penting dari berbagai perusahaan IT besar seperti Google, Kingsoft, Microsoft, Motorola, Yahoo, dan perusahaan lainnya di seluruh dunia untuk menciptakan visi dan misi yang dimilikinya. Kantor pusat Xiaomi berada di Beijing, Cina.
Produk
utamanya yakni smartphone dan tablet. Namun mereka berhasil meluaskan
jangkauan produknya hingga menciptakan TV, smartband, dan perangkat
rumah tangga seperti pemurni air dan udara. Tahun 2015, Xiaomi berhasil
menduduki peringkat keempat sebagai produsen smartphone terbesar di
dunia.
Produk HP Xiaomi terkenal
karena harganya yang cukup murah dan terjangkau, disamping itu kualitas
yang ditawarkan sangat baik dengan spesifikasi yang tinggi dan desain
yang menarik. Tapi tahukah bahwasannya di dalam ruang lingkup Xiaomi terdapat banyak istilah/makna yang mungkin sebagian belum tahu.
- MIUI merupakan interface buatan Xiaomi yang merupakan basis semua smartphone Xiaomi. ROM/Firmware merupakan basis Operating System untuk Android (Seperti Windows untuk komputer).
◉ Custom ROM MIUI: Adalah ROM hasil modifikasi yang bahannya biasanya dari ROM Dev China, dan memiliki elemen MIUI sebagai OS nya.
Contoh: Polska, MIUIPro, Xiaomi.eu, MultiRom.me, SMIUI. Karena bahannya dari ROM Dev China, releasenya juga biasanya seminggu sekali setiap hari Jumat.
◉ ROM Global: Adalah ROM yang dibuat ditujukan kepada pengguna Internasional dan memiliki berbagai bahasa termasuk Bahasa Indonesia.
Perbedaan lain dibanding ROM China adalah adanya Google Apps termasuk Playstore didalamnya.
◉ ROM China: Adalah ROM yang dibuat ditujukan kepada pengguna dari negara China, hanya memiliki bahasa China dan Inggris saja.
Tidak ada Google Apps (walaupun bisa diinstall secara manual) tapi memiliki Mi Market (semacam Playstore versi China) yang berisi berbagai apps. Banyak apps di dalamnya yang bertuliskan nama China dan ada juga yang hanya bisa dipakai di negara tersebut.
◉ MIUI Stable ROM/Firmware: Versi ROM resmi dari MIUI yang dirilis biasanya sebulan sekali. Bugs masih ada sedikit.
◉ MIUI Developer (BETA) ROM/Firmware: Versi ROM resmi dari MIUI tapi masih bersifat BETA dan biasanya dirilis 1-2 minggu sekali, masih mengandung banyak bugs.
(Dev China biasanya dirilis seminggu sekali setiap hari Jumat, sedangkan Dev Global bisa sebulan sekali atau lebih), berisi ROM percobaan teraktual atau paling kini. Jika ROM ini dinilai berhasil lolos dari masa percobaan, akan dikumpulkan dan dimasukkan ke ROM Stable versi selanjutnya.
◉ OTA (Over The Air):
merupakan salah satu cara update firmware, biasanya ada di feature
dalam ROM, tinggal klik, dan memerlukan koneksi internet kencang.
◉ Flashing:
Flashing merupakan istilah Android yang diartikan sebagai proses
pemasukkan data, seperti penginstalan. Flashing merupakan metode
pemasukkan data yang berupa custom ROM, kernel, aplikasi, update dan
lainnya.
◉ Fastboot:
sebuah alat/perangkat yang digunakan untuk memodifikasi flash file
sistem pada Android smartphone dari komputer ato laptop ke koneksi USB.
◉ Recovery Mode:
adalah suatu menu Android yang digunakan untuk recovery atau
memperbaiki kerusakan software Android, dan juga bisa dilakukan untuk
update/install ulang ROM/Firmware, wipe data, Factory Reset, dll.
◉ Mi Recovery/Stock Recovery: adalah menu Recovery asli/original dari handphone Xiaomi yang menggunakan MIUI.
◉ Custom Recovery:
adalah menu Recovery yang berasal dari 3rd party misalnya CWM Recovery
(ClockWorkMod), TWRP Recovery (Team-Win-Recovery-Project), dll.
◉ Dalvik: perangkat lunak dalam bentuk Java dan menjalankan aplikasi pada perangkat android.
◉ Wipe Dalvik Cache:
adalah suatu proses menghapus cache/tembolok informasi penyimpanan
data/instruksi, biasanya dilakukan saat install ROM baru atau flashing.
Wipe Dalvik Cache tidak ada di Stock Recovery, hanya ada di Custom
Recovery seperti TWRP.
◉ Factory Reset: adalah suatu cara untuk mengembalikan software handphone/tablet Android ke kondisi seperti baru keluar dari pabrik.
◉ Rooting:
merupakan proses yang memungkinkan pengguna untuk menjalankan Operating
System agar mendapat "Privileged Control" atau "Root Access", atau
dengan kata lain untuk mendapatkan akses admin OS tersebut.
Di merk lain, Rooting akan menghanguskan garansi, tapi untuk handphone Xiaomi, tidak menghanguskan garansi. Rooting bisa memunculkan akses istimewa seperti menghapus applikasi yang tidak terpakai dll (tetapi harus menginstall aplikasi lainnya), tapi ada kelemahan juga seperti tidak bisa mendapatkan update firmware secara OTA (harus di Un-Root terlebih dahulu).
◉ Booting:
adalah proses membaca seluruh hardware sampai dengan kondisi smartphone
siap untuk digunakan. Sama seperti start, proses di mana kita mulai
menghidupkan perangkat Android.
◉ Bootloader atau recovery mode adalah adalah mode untuk melakukan restore firmware pada kondisi awal.
◉ Bootloop:
adalah suatu keadaan dimana system android kamu tidak dapat melakukan
booting atau start-up sehingga tidak dapat mengakses menu utama.
2. Bootloop biasa : ketika dinyalakan HH hanya mampu dan tertahan sampai di Logo Boot animations, namun masih bisa masuk menu recovery/CWM.
3. Bootloop parah : ketika dinyalakan HH hanya mampu dan tertahan sampai di Logo Boot animations, namun tidak dapat meng akses menu recovery/CWM.
Ada 3 jenis bootloop pada Smartphone, yaitu :
1. Bootloop ringan : ketika HH dinyalakan, HH dapat masuk ke Menu utama namun hang dan restart kembali.2. Bootloop biasa : ketika dinyalakan HH hanya mampu dan tertahan sampai di Logo Boot animations, namun masih bisa masuk menu recovery/CWM.
3. Bootloop parah : ketika dinyalakan HH hanya mampu dan tertahan sampai di Logo Boot animations, namun tidak dapat meng akses menu recovery/CWM.
◉ Brick:
adalah keadaan dimana HH tidak mau menyala/tidak mau boot ke dalam
system dikarenakan kesalahan saat utak atik HH (rooting, flashing
firmware yang corrupt, kernel yang corrupt) maupun kesalahan pengguna
itu sendiri.
◉ Kernel: Kernel adalah bagian yang menangani driver, power management dan lain-lain. Kernel
merupakan penghubung antara hardware dan software. Sistem driver pada
hardware juga dikelola di sini sehingga bisa berhubungan juga dengan
software.
◉ Bloatware:
adalah aplikasi bawaan yang sudah terinstall pada perangkat atau device
tertentu (termasuk pada device Android) yang sangat jarang digunakan
bahkan bahkan cenderung tidak berguna bagi pemakai device tersebut.
◉ Bug:
Istilah Android yang satu ini juga cukup akrab bagi Anda. Anda mungkin
sering memperhatikan rincian saat meng-update suatu aplikasi.
Memperbaiki beberapa bug, begitu yang sering ada. Bug sendiri memang berarti kesalahan-kesalahan atau error yang terdapat pada sistem suatu aplikasi. Pada banyak pembaharuan aplikasi, bug menjadi perhatian sendiri yang sering dilakukan perbaikan-perbaikan tiap versi untuk kenyamanan para pengguna Android.
◉ Xposed Framework:
Sederhananya, Xposed Framework adalah sebuah framework yang memudahkan
agan untuk memodifikasi perangkat Android agan, agar bisa mendapatkan
fitur-fitur khusus yang biasanya hanya terdapat pada custom Rom tanpa
harus ganti Rom (stay Stock Rom).
Modifikasi yang kamu bisa lakukan misalnya dengan merubah warna dan icon status bar, mengganti animasi saat screen on atau off, mengganti DPI layar Android, mengganti icon baterai, quick launch shorcut, lockscreen shorcut dan masih banyak lagi, yang kamu perlukan untuk melakukan hal diatas adalah aplikasi Xposed dan beberapa module Xposed yang sesuai dengan fungsi yang agan inginkan.
