Bahaya Perangkat Lunak (Software) Bajakan

Bahaya Perangkat Lunak (Software) Bajakan

Perangkat lunak bajakan (Software Ilegal) adalah perangkat lunak yang telah digandakan dan didistribusikan tanpa izin.

 

Tindakan mencuri perangkat lunak yang dilindungi secara hukum. Pencurian ini termasuk menyalin, mendistribusikan, memodifikasi atau menjual perangkat lunak. Sejumlah aktivitas dapat dianggap sebagai pembajakan perangkat lunak, dengan contoh klasik adalah seseorang yang membuat banyak salinan program dan menjual salinannya. Pembajakan perangkat lunak umumnya dituntut di bawah undang-undang pelanggaran hak cipta, dengan argumen bahwa pembajakan melanggar hak cipta yang dipegang oleh pengembang perangkat lunak.

 

Sejak tahun 1700-an, orang-orang telah mengacu pada contoh pelanggaran hak cipta sebagai pembajakan, dan dengan munculnya era komputer, pembajakan mulai melebar karena menjadi mudah dilakukan, dan berpotensi sangat menguntungkan. Pembajak perangkat lunak dapat menghasilkan banyak uang dengan membeli satu salinan sah perangkat lunak, menyalinnya, dan menjualnya atau mungkin mengunggahnya di sebuah website.

 

Jika perangkat lunak disalin dan diberikan, beberapa orang tidak mungkin belum menganggapnya sebagai pembajakan, tetapi bisa terbilang sebagai pelanggaran hak cipta sederhana. Kegiatan ini termasuk ilegal, tetapi tidak memberikan keuntungan uang bagi orang yang melakukan penyalinan dan distribusi. Pembajakan Software Ilegal bisa dikatakan ketika orang melakukan hal-hal seperti menginstal perangkat lunak di banyak komputer ketika lisensi perangkat lunak hanya mengizinkan satu salinan untuk diinstal, atau ketika orang membuat cadangan perangkat lunak untuk penggunaan pribadi.

 

Dari sudut pandang pengembang perangkat lunak selaku developer, penyalinan dan distribusi maupun penggunaan perangkat lunak yang tidak sah (ilegal) merupakan pelanggaran hak cipta atau pembajakan langsung karena membuat mereka developer kehilangan keuntungan. Pelanggaran ini juga dapat merusak reputasi pihak pengembang, karena perangkat lunak bajakan mungkin saja rusak atau telah dimuat dengan malware di dalamnya. Pembajakan juga merupakan masalah karena dapat mengancam keselamatan pengguna komputer, karena produk perangkat lunak bajakan dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi data pribadi pengguna, memuat komputer dengan virus, atau terlibat dalam aktivitas lain yang akan merugikan pengguna.

 

Sejumlah jenis software umumnya bisa saja dibajak, mulai dari game hingga software produktivitas perkantoran. Sistem operasi juga merupakan target populer untuk pembajakan. Beberapa orang mungkin terlibat dalam pembajakan tanpa disadari, seperti dalam kasus kantor yang menginstal lebih banyak salinan sistem operasi atau program daripada lisensinya. Hukuman untuk memiliki dan menjual perangkat lunak bajakan bervariasi, khususnya menindak pembajakan untuk mengatasi masalah keamanan dan keluhan dari pengembang perangkat lunak.

 

Penggunaan perangkat lunak yang tidak resmi (Bajakan) mungkin memiliki harga yang lebih murah, tetapi ada harus diketahui juga bahwa banyak bahaya yang harus diwaspadai oleh pengguna perangkat lunak bajakan. Konsekuensi dari pemakaian software bajakan adalah:

 

#1 - Penggunaan Software Bajakan Berpotensi Terserang Malware & Kehilangan Data

Penggunaan software bajakan berpotensi terserang malware yang akan menginfeksi perangkat sampai membajak data-data personal perusahaan. Virus yang masuk ke perangkat dapat mencuri dan merusak data bahkan bisa merusak semua perangkat (Mac & Windows).

 #2 - Software Bajakan Tidak Memiliki Fitur Pembaharuan

Pihak pengembang tidak memberikan update secara berkala sehingga kinerja dan fungsi software tidak maksimal, karena software bajakan tidak akan mendapat support dari developer. Umumnya performa produk ilegal biasanya lambat dibandingkan dengan produk berlisensi resmi.

#3 - Penggunaan Software Bajakan Berisiko Mendapatkan Masalah Hukum

Risiko besar perusahaan berpotensi memenuhi tuntutan biaya kompensasi yang tinggi dan wajib dibayarkan hingga berurusan dengan masalah hukum karena telah melanggar Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta sampai tuntutan pidana apabila diketahui oleh pihak developer atau auditor.

 #4 - Penggunaan Software Bajakan bisa menyebabkan Hilangnya Kredibilitas Hingga Reputasi

Selain potensi hacking, kehilangan data dan downtime, ketika sebuah perusahaan menggunakan software bajakan maka bisa dijamin kredibilitasnya di mata konsumen, calon klien, bahkan investor akan buruk begitu saja dan reputasi pun akan turut menghilang.

Karena sebenarnya, ketika pengguna membeli sebuah lisensi program komputer, yang sebenarnya pengguna beli adalah lisensi tunggal, yang menentukan waktu adalah pengguna tersebut dapat menginstal perangkat lunak atau program tersebut di komputer.

Penggunaan perangkat lunak bajakan (Software Ilegal) dapat merugikan pengguna maupun juga perusahaan. Selain beberapa risiko diatas yang ditimbulkan, yang paling penting adalah penggunaan software bajakan bisa membahayakan keamanan data pengguna komputer itu sendiri. Ada alasan mengapa penggunaan perangkat lunak bajakan adalah ilegal dan termasuk melanggar hukum.

Load comments